Terletak di tengah perbukitan hijau dan perairan jernih, dinding bata beratap genteng merah memancarkan pesona tradisional dan nostalgia. Inilah Pusat Nasional Seni Tradisional, yang terletak di tepi Sungai Dongshan, menghadap Taman Tepi Sungai di seberang sungai seperti kota kembar. Taman yang luas ini memiliki danau, ruang hijau, arsitektur tradisional, dan keindahan alam, menjadikannya tujuan yang sempurna bagi seluruh keluarga untuk menikmati perjalanan budaya.
Jika Anda ingin merasakan esensi artistik kehidupan rakyat tradisional, datang dan kunjungi Pusat Nasional Seni Tradisional! Melangkah ke taman ini penuh dengan kejutan. Jalan Seni Tradisional memadukan karakteristik rumah-rumah jalanan dari berbagai tempat, menciptakan suasana jalanan tua retro dan pemukiman tradisional yang kuat. Selain pameran kerajinan tangan, ada juga demonstrasi dan pertunjukan harian oleh para pengrajin, yang cukup menarik dan seru. Kediaman Huang Juren, yang dibangun kembali di sini, menawarkan sekilas lingkungan hidup rumah halaman tradisional. Plakat "Wen Kui" yang tergantung di atas gerbang utama menunjukkan prestasi luar biasa Huang Juren. Setiap detail di rumah itu penuh dengan keindahan tradisional. Kuil Wenchang adalah kuil sederhana, yang membawa kecerdasan dan keterampilan para pengrajin tradisional yang merupakan harta nasional. Dekorasi sederhana di atap dan bubungan ekor burung layang-layang seperti cakrawala indah yang digambar oleh burung layang-layang. Panggung terbuka dan area lanskap pastoral di tepi pantai secara teratur mengadakan berbagai pertunjukan keterampilan, secara dinamis menampilkan seni tradisional. Aula Quyi secara teratur menyelenggarakan pertunjukan opera tradisional untuk ditonton pengunjung.
Pusat Kesenian yang luas ini menawarkan berbagai kegiatan dan pilihan hiburan, termasuk pertunjukan oleh para pengrajin dan opera tradisional, serta pameran arsitektur dan kerajinan tangan. Pengunjung juga dapat menikmati kegiatan air dan pengamatan burung, merasakan keindahan alam dan dunia manusia!