Breathe Island (Penghargaan Perak di Pameran Perjalanan ITB Berlin 2026)
"Breathe Island" menggunakan pertemuan tak terduga sebagai alur naratifnya, membawa penonton ke dalam pemandangan bak mimpi dan budaya mendalam di Pulau Penyu.
Kisah ini terungkap dari sudut pandang seorang gadis saat ia memulai perjalanan ke Pulau Penyu, di mana ia secara tak terduga bertemu dengan seorang teman seperjalanan yang tertarik pada pulau tersebut. Mereka menjelajahi pulau dengan saksama, langkah mereka secara bertahap dipandu oleh ritme pulau: pengambilan gambar dari udara menangkap siluet pulau di antara awan yang halus; close-up pegunungan menyoroti tekstur pulau yang lembut; dan lanskap budaya di sekitarnya terbentang di sekitar mereka. Dalam perjalanan di mana alam dan budaya saling terkait ini, keduanya melihat pemandangan dan, yang lebih penting, mulai mengamati satu sama lain.
Dengan "kesegaran dan keindahan" sebagai inti visualnya, film ini dengan tenang dan tulus menggambarkan perjalanan melalui penyuntingan yang halus dan bahasa kamera yang lembut. Rana kamera seringan angin laut, tempo selambat pasang surut, dan adegan terungkap secara alami melalui hembusan napas pulau, sementara emosi di antara para pelancong mengalir dengan tenang.
Perjalanan ini tidak memiliki rute yang tetap; seolah-olah terungkap secara alami sesuai dengan langkah sang pelancong. Dalam setiap sinar matahari, setiap tarikan napas, dan setiap pandangan ke belakang, seseorang akan terhanyut dalam pesona unik, lembut, dan tak terlupakan dari Pulau Guishan.