Berjalan menyusuri jalan setapak di tepi tebing, dengan lautan biru di satu sisi dan pegunungan hijau di sisi lainnya, rasa kagum muncul secara spontan, dan kita tak bisa tidak takjub akan pemandangan yang indah dan puitis ini. Nama "Gua Naga" berasal dari fakta bahwa bebatuan pantai di sini melengkung seperti naga raksasa yang melingkar di kepalanya. Jalur Tanjung menghubungkan dua tanjung utama di sudut timur laut, juga menghubungkan sejarah 6 juta tahun Tanjung Nose Point dan sejarah 35 juta tahun Tanjung Gua Naga—dua kisah dari era yang berbeda. Anda akan merasakan kekaguman terhadap alam dan takjub akan pemandangan megah yang tercipta dari jalinan waktu dan ruang.
Jalur pendakian dimulai di Kuil Xilingyan, dan hanya beberapa menit berjalan kaki menuju platform pengamatan. Dari titik pandang yang tinggi ini, kita dapat menikmati pemandangan laut yang menakjubkan dan tebing-tebing terjal. Hanya dalam 2-3 jam, perjalanan ke sini terasa seperti melakukan perjalanan melintasi ribuan tahun. Selain merasakan perjalanan waktu dan kekuatan pergerakan bumi, pendakian ini juga menyegarkan tubuh dan pikiran. Pemandangan spektakuler di mana gunung dan laut bertemu sungguh tak terlupakan. Jika Anda punya waktu, datanglah ke sini untuk berjalan-jalan dan saksikan keajaiban geologi kuno dan kokoh berupa formasi batuan yang melampaui waktu dan ruang.